Sponsor

Inovasi Mahasiswa KKN: Sulap Air Kelapa dan Kulit Kakao Jadi Pupuk Serta Pakan Ternak di Polewali Mandar

K

Kunitik.com

19 Aug 2026, 16:17 WITA

Inovasi Mahasiswa KKN: Sulap Air Kelapa dan Kulit Kakao Jadi Pupuk Serta Pakan Ternak di Polewali Mandar

|Editor : Kadir M. Tanniewa 

POLEWALI MANDAR, Kunitik.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Angkatan VII Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menggelar workshop pemanfaatan limbah. 

Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari air kelapa dan pengolahan kulit kakao menjadi pakan ternak berkualitas.

Workshop edukatif ini menghadirkan dua pakar pertanian sebagai narasumber utama, yaitu Ashabul Kahfi, S.P. dan Syahrul Sabri, S.P. Keduanya memberikan panduan teoretis sekaligus praktik di aula Kantor Desa Mambu, Rabu (19/08/2026).

Dalam pemaparannya, Ashabul Kahfi menjelaskan, pemilihan air kelapa sebagai bahan dasar POC bukan tanpa alasan. Air kelapa diketahui kaya akan unsur kalium, asam amino, serta zat pengatur tumbuh (ZPT) yang sangat efektif untuk menunjang nutrisi dan pertumbuhan tanaman.

"Proses pembuatan POC ini tergolong mudah. Bahan dasar limbah cukup difermentasikan selama dua pekan sebelum akhirnya siap diaplikasikan para petani di lahan mereka," ujar Ashabul.

Koordinator Desa (Kordes) Posko 2, Vika Amelia, mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi selama mengikuti jalannya praktik pembuatan pupuk alternatif tersebut. 

Menurutnya, inovasi ini hadir di momentum yang tepat untuk menjawab kebutuhan riil para petani di lapangan.

"Pupuk Organik Cair yang telah kita praktikkan bersama ternyata sangat diminati para petani di sini," tutur Vika.

Tidak hanya berfokus pada pertanian, tim KKN Posko 2 juga jeli melihat potensi sektor peternakan dengan memanfaatkan melimpahnya limbah lokal.

Kulit kakao yang biasanya dibuang begitu saja, kini disulap menjadi pakan alternatif bergizi tinggi untuk hewan ternak.

Kata Vika, inovasi pakan dari limbah kulit kakao ini dirancang khusus untuk meringankan beban biaya pakan yang sering dikeluhkan peternak.

"Demikian pula dengan pakan ternak dari limbah kulit kakao, tentu ini sangat bermanfaat bagi peternak sapi dan kambing untuk menjaga ketersediaan pakan berkualitas secara berkelanjutan," imbuh mahasiswi asal Bali itu. 

Melalui pelaksanaan kedua program ini, masyarakat setempat diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya produksi pertanian dan peternakan secara signifikan. 

Lebih dari itu, warga didorong untuk lebih mandiri dalam mengelola dan memaksimalkan potensi limbah lingkungan yang ada di sekitar mereka menjadi produk yang bernilai ekonomis. (***)

Post a Comment

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Berita Terkait

Ekonomi & Bisnis

Satpol PP Polman Sisir 3 Kecamatan, Pastikan Harga Bensin Eceran Tetap Normal

6 days ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

Satpol PP-Disperindakop Sisir Pedagang Eceran, Harga BBM di Polman Minta Dinormalkan

1 week ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

TEP Universitas Brawijaya Dorong Kakao Tobadak Naik Kelas Lewat Pelatihan Pascapanen

1 month ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

Dari Lamongan, Ketua KDMP Salupangkang Bawa Pulang Strategi Kembangkan Usaha Desa

1 month ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Wow !!! Mamasa Ukir Sejarah Baru, Minum Kopi Pecahkan Rekor Dunia

2 months ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

Ternak Puyuh Naik Kelas di Era MBG, Pakar UIM: Ini Peluang Emas UMK

2 months ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

IG Kopi Mamasa Terbit, Kadistanakbun Ajak Masyarakat Giat Tanam Kopi

2 months ago | Kunitik.com
Ekonomi & Bisnis

Batas Waktu 5 Tahun! Kabid Pendapatan Ingatkan Wajib Pajak Soal Kedaluwarsa Penagihan

4 months ago | Kunitik.com

Tontonan Pilihan

Sponsor