
|Reporter : Nopriadi Sambo Pasau
|Editor : Kadir M. Tanniewa
MAMASA, Kunitik.com -- Kabupaten Mamasa mencatat sejarah baru. Ribuan warga Mamasa resmi memecahkan rekor dunia minum kopi secara serentak menggunakan suke gelas tradisional dari bambu.
Kegiatan akbar ini berlangsung di Lapangan Kondosapata Mamasa, dan menjadi pusat perhatian nasional hingga internasional.

Rekor ini dicatatkan langsung Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah 11.090 peserta, data bahkan masih bertambah.

Senior MURI, Triono, yang hadir di lokasi menyatakan, Mamasa adalah satu satunya daerah di Indonesia yang mampu menggelar minum kopi serentak dengan jumlah peserta terbanyak.
"Data sementara berjumlah 11.090 dan ini masih akan bertambah karena peserta masih terus berdatangan," ujar Triono.

Menurutnya, angka tersebut melampaui rekor sebelumnya dan menjadikan Mamasa tercatat dalam sejarah MURI.
Atas prestasi tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambo Langi, mengajak warganya untuk bangkit dan semangat menanam kopi.

"Mamasa harus bangkit. Dengan pengakuan dunia ini masyarakat Mamasa harus menanam kopi lebih banyak lagi. Mamasa harus bisa jadi produsen yang diakui dunia dan menjadikan kopi sebagai penghasilan utama masyarakat Mamasa," seru Walem, menyemangati warganya, Senin (17/08/2026).
Menurutnya, rekor ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum untuk mengangkat kopi Mamasa yang sudah ber indikasi geografis agar go internasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kopi yang diseduh dalam kegiatan ini adalah kopi Robusta Mamasa. Asli pegunungan disajikan langsung dalam suke bambu sebagai simbol kearifan lokal.

Pemkab Mamasa berharap, setelah rekor ini, permintaan Kopi Mamasa meningkat. Harga di tingkat petani membaik dan generasi muda semakin termotivasi bertani.
Sementara itu suasana haru dan bangga terus menyelimuti lapangan. Warga yang datang dari berbagai kecamatan disertai suke bambu di tangan. Mereka tampak bahagia saling menyapa dan siap menyeruput kopi bersama. (***)