MATENG, KUNITIK.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mamuju Tengah (Mateng) terus mengintensifkan Operasi Patuh Marano 2026. Memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Rabu (28/10/2026), jajaran Satlantas menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas dengan tetap mengedepankan tindakan preemtif dan preventif.
Kasat Lantas Polres Mateng, IPTU Bambang Hermiady, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Ada tiga hal pokok yang kami tekankan selama Operasi Patuh Marano 2026 ini. Pertama, lengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan anda. Kedua, patuhi peraturan lalu lintas. Ketiga, utamakan keselamatan berkendara," ujar IPTU Bambang Hermiady, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, kelengkapan surat seperti SIM dan STNK serta penggunaan helm berstandar SNI merupakan hal dasar yang wajib diperhatikan setiap pengendara. Menurutnya, tingginya angka teguran dibandingkan tilang selama tiga hari pelaksanaan operasi ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya kelengkapan berkendara.
Berdasarkan rekapitulasi data harian pada hari ketiga operasi, tercatat sejak Senin (26/10) hingga Rabu (28/10), pihaknya telah menindak 5 pelanggar dengan tilang dengan rincian: 3 pengendara tanpa SIM dan 2 pengendara bermasalah pada STNK, sementara itu, petugas memberikan 96 teguran lisan maupun tertulis kepada pengendara yang melanggar aturan ringan.
"Angka teguran yang mencapai 96 kasus ini menjadi catatan bagi kami. Kami berharap masyarakat lebih sadar hukum dan tidak menunggu ditilang baru melengkapi diri. Kedisiplinan di jalan adalah kunci utama keselamatan," tegasnya.
Operasi Patuh Marano 2026 sendiri mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan". Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Dr. Ari Prayitno, S.I.K., M.I.K., turut mendukung penuh upaya jajarannya dalam menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Mateng.
Di akhir keterangannya, IPTU Bambang menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh masyarakat pengguna jalan selama pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Ia menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
"Kami mengharapkan keselamatan berlalu lintas menjadi kebutuhan utama dan budaya tertib tumbuh dari kesadaran diri masyarakat, bukan sekadar takut pada sanksi atau jumlah tilang yang diberikan," tutup Iptu Bambang. (jml)