MATENG, Kunitik.com– Aspirasi yang disuarakan Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (Forpmat) terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) mendapat respon positif PT Surya Raya Lestari (SRL) 2.
Perusahaan mengapresiasi cara humanis yang disampaikan mahasiswa atas tuntutan rakyat.
Community Development Officer (CDO) SRL 2, Reymond Ugi, mengungkap, pihaknya secara terbuka menerima masukan tersebut.
Menurutnya, perusahaan memiliki kewajiban untuk menjelaskan secara transparan mekanisme penetapan harga TBS kepada masyarakat.
"Saya sangat apresiasi adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat. Tugas kami sebagai pihak perusahaan tentu wajib menjawabnya agar masyarakat tahu apa yang menjadi dasarnya," ujar Reymond di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga TBS, menurut Reymond adalah usia tanaman sawit. Semakin tua pohon sawit, umumnya semakin tinggi pula kandungan minyak yang dihasilkan. Namun, tantangan di lapangan adalah buah dari berbagai usia kebun (5-10 tahun ke atas) sudah bercampur sehingga sulit dipisahkan.
Banyak tidaknya minyak yang dihasilkan sangat berbeda, tergantung usia sawit itu sendiri. Sebab itu, kami pihak perusahaan membeli TBS harga dibawah ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah Provinsi Sulbar.
"Namun dari harga yang kami tetapkan, warga atau petani tidak perlu memilah usia buah sawit yang dipanennya," tandasnya (jml)