MATENG, Kunitik.com – Jelang tahun ajaran baru 2026/2027, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) resmi diluncurkan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pemkab Mateng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini menggandeng kepolisian untuk mengawal proses penerimaan siswa baru.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan SPMB berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.
Kepala Bagian Logistik Polres Mateng, AKP Syamsuddin Bangsawan, menyatakan siap menjalankan komitmen.
AKP Syamsuddin
"Kami berkomitmen untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai bagian dari program SPMB di Bumi Lalla Tassisara. Pendidikan adalah hal utama bagi generasi bangsa, sehingga sudah sepantasnya Kepolisian turut serta mendukung program pemerintah ini," ujar Syamsuddin mewakili Kapolres Mateng yang sedang bertugas di luar daerah, Rabu (15/4/2026).
Menurut Syamsuddin, pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025. Regulasinya menggunakan sistem empat jalur.
Tulis keterangan gambar di sini...
Pertama, Jalur Domisili. Sistem ini merujuk pada alamat tempat tinggal calon siswa.
Kedua, Jalur Afirmasi, yakni siswa dari keluarga kurang mampu atau penyandang disabilitas.
Ketiga, Jalur Prestasi. Memberikan penghargaan atas capaian akademik maupun non-akademik.
Keempat, Jalur Mutasi. Jalur ini ditujukan pada siswa yang orang tuanya berpindah tugas atau domisili.
Mantan Kapolsek Tobadak ini menegaskan, kehadiran kepolisian bukan sekadar seremonial. Pihaknya akan melakukan pengawasan melekat (waskat) sejak proses pendaftaran, verifikasi data, hingga penetapan siswa yang diterima.
Tulis keterangan gambar di sini...
"Jika di kemudian hari ditemukan indikasi pelanggaran, seperti pemalsuan dokumen, manipulasi domisili, atau praktik suap-menyuap, kepolisian akan bertindak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba menggagalkan program ini," tegas perwira berpangkat Ajung Komisaris Polisi itu.
Olehnya orang tua dan masyarakat diharapkan turut mengawasi jalannya SPMB.
"Demi mendukung program pendidikan sesuai regulasi, kami akan tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan. Mari kita ciptakan penerimaan siswa baru yang jujur dan adil," pintanya.
Di akhir sambutannya, AKP Syamsuddin menyampaikan permohonan maaf Kapolres Mateng yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
"Pak Kapolres titip pesan, beliau sepenuhnya mendukung kegiatan ini dan akan memantau langsung dari jarak jauh," tutupnya
Sosialisasi yang berlangsung di Cafe Siola, dihadiri jajaran TNI, Polri, perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, serta sejumlah dinas terkait. (jml/*)