JAKARTA, KUNITIK.COM - Tak hanya memperjuangkan anggaran, Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras juga membawa isu krusial soal keselamatan siswa saat audiensi dengan Kemendikdasmen RI di Jakarta, Selasa (21/10).
Salah satu yang dipaparkan adalah rencana relokasi tiga satuan pendidikan di Mateng sebagai langkah menjamin keselamatan peserta didik dan keberlanjutan layanan pendidikan.
Audiensi yang berlangsung interaktif itu membahas tuntas tantangan pendidikan Mateng, mulai dari rehabilitasi ruang belajar, pemerataan akses, hingga peningkatan kualifikasi guru.
Baca juga:
https://kunitik.com/posts/bupati-mateng-temui-kemendikdasmen-di-jakarta-perjuangkan-anggaran-pendidikan-rp2579-miliar-P3XS8
Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, merespons positif dan mendorong Pemkab Mateng menetapkan skala prioritas pengembangan sekolah agar pembangunan lebih terarah dan berdampak nyata.
Selain infrastruktur, Dirjen juga mendorong digitalisasi pembelajaran di Mateng.
Guru-guru diminta tidak hanya menjadikan teknologi sebagai alat bantu, tapi mengintegrasikannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa.
Bupati Arsal menegaskan, peningkatan mutu pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemda akan terus mengoptimalkan program sesuai kemampuan daerah sambil memperkuat kolaborasi dengan pusat.
"Sinergi ini kami harapkan bisa menangani kebutuhan pendidikan secara bertahap, tepat sasaran dan berkelanjutan demi membuka kesempatan belajar yang lebih baik bagi seluruh anak di Mamuju Tengah," tegas Bupati. (*)
Editor: Jamal MT