MATENG, Kunitik.com- Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pembangunan wilayah.
Terbaru, lima paket usulan infrastruktur yang mencakup tiga ruas jalan dan dua daerah irigasi resmi diajukan ke Kementerian PUPR melalui skema Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).

Kadis PUPR, Ir. Usman, ditemui diruang kerjanya, Jumat (24/4/2026)
Kepala Dinas PUPR Mateng, Ir. Usman, ST., MM., menyampaikan, bahwa ketiga ruas jalan yang diusulkan berada di Kecamatan Budong-Budong, yaitu Salumanurung–Lumu, Lumu–Kire, dan Pololereng–Lamba-Lamba.
Ketiganya dinilai strategis untuk memperlancar arus distribusi barang dan mobilitas warga di empat desa sekaligus: Desa Kire, Lumu, Salumanurung, dan Lamba-Lamba.
"Pemerintah daerah punya komitmen kuat untuk membuka isolasi wilayah. Jalan yang baik akan menekan biaya logistik dan menggerakkan perekonomian desa," tegas Usman saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (24/4/2026).
Selain jalan, Pemkab Mateng juga mengusulkan rehabilitasi Daerah Irigasi Kuo di Desa Kuo dan Daerah Irigasi Passapa di Desa Passapa. Usman menjelaskan, usulan ini merupakan respons atas keluhan petani terkait pasokan air yang tidak menentu, yang selama ini memicu alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit.
"Pemerintah ingin menjaga lahan produktif. Irigasi yang memadai berarti panen melimpah, petani sejahtera, dan ketahanan pangan daerah terjaga. Ini bagian dari kebijakan strategis kami," ujarnya.
Menurutnya, usulan ini bukan sekadar proyek fisik.
“Ini soal hidup matinya pertanian dan konektivitas warga. Kami sudah buktikan keberhasilan tahun lalu di Salupangkang-Tangkau, sekarang giliran wilayah lain," tambahnya.
Usman juga menyebut bahwa usulan ini adalah kelanjutan dari keberhasilan tahun 2025, di mana ruas Salupangkang–Tangkau sepanjang 4 kilometer berhasil mendapatkan bantuan via skema IJD.
"Kami sudah membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, usulan daerah bisa diterima pusat. Tahun ini kami ulang dengan paket yang lebih besar. Semoga upaya ini segera terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya.
Pemkab Mateng berharap Kementerian PUPR memberi respons positif agar proses lelang dan pembangunan bisa dimulai pada tahun anggaran mendatang. (*/jml)