MATENG, Kunitik.com -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mengawal pelaksanaan tender pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Tengah yang dibiayai program PHTC (Peningkatan Pelayanan Kesehatan Terpadu).
Proses pengadaan barang dan jasa ini dipastikan berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
Plt RSUD Mamuju Tengah, Setya Bero, menyampaikan, kegiatan aanwijzing atau penjelasan teknis lapangan yang digelar Selasa (5/5/2026), merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh calon penyedia memahami ruang lingkup pekerjaan, dokumen, serta persyaratan tender secara utuh.
"Kegiatan ini wajib diikuti oleh peserta agar tidak terjadi kesalahan dokumen yang dapat menyebabkan gugur lelang. Pemerintah ingin proses ini akuntabel," ujar Setya.
Setya menambahkan, kehadiran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Fasyankes) Kemenkes beserta Pokmil Kemenkes, Tim PPKom, dan Tim Manajemen Konstruksi (MK) dalam penjelasan lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal pembangunan infrastruktur layanan kesehatan di daerah.
Meski dari lima calon penyedia yang tercatat hanya dua perusahaan hadir —yakni PT Tuju Wali Wali dan PT Nindya Karya. Pemerintah memastikan proses tetap berjalan sesuai ketentuan.
Tri Wahyudi dari Pokmil Pengadaan tender DB RSUD Mamuju Tengah optimistis bahwa seluruh rangkaian tender dapat diselesaikan tanpa kendala. "Insyaallah, ketika pemenang tender sudah ditentukan dan kontrak ditandatangani, akhir bulan ini sudah bisa mulai pembangunan," harapnya.
Pemerintah berharap pembangunan RSUD Mamuju Tengah yang berlokasi di kompleks KTM Tobadak, Kecamatan Tobadak, dapat segera terealisasi guna meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mamuju Tengah dan sekitarnya.
"Dengan proses yang terbuka seperti ini, kami targetkan tidak ada hambatan berarti. Masyarakat segera bisa merasakan manfaat rumah sakit baru ini," tutup Setya. (tim/jml/***)