Sponsor

Narkoba dan Prostitusi Ancaman Serius Generasi Muda Di Mateng

K

Kunitik.com

08 Apr 2026, 03:26 WITA

Narkoba dan Prostitusi Ancaman Serius Generasi Muda Di Mateng

MATENG, Kunitik.com – Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Askary Anwar, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi sosial di Bumi Lalla Tassisara.

Ia menyebut penyalahgunaan narkoba dan praktik prostitusi di daerah itu telah mencapai level mengkhawatirkan, bahkan nyaris darurat.

Pernyataan tegas itu disampaikan Askary saat pengukuhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, laporan yang diterima dari Kapolres Mateng bukanlah angka kecil, melainkan ancaman nyata yang membahayakan masa depan generasi muda.

"Ini bukan angka kecil. Ini sudah menjadi ancaman nyata. Kita butuh peran semua pihak, terutama Dharma Wanita dan ibu-ibu PKK yang memiliki jangkauan langsung ke keluarga," tegas Askary di hadapan para peserta pengukuhan.

Yang paling memprihatinkan, kata Askary, korban terbanyak dari penyalahgunaan narkoba justru anak-anak sendiri. Ia memperingatkan bahwa jika keluarga abai, satu generasi bisa musnah.

"Ini merusak generasi kita. Korban terbanyak adalah anak-anak kita sendiri. Jika keluarga tidak menjadi benteng pertama, kita bisa kehilangan satu generasi," ujarnya dengan nada keras.

Tak hanya narkoba, Wabup Mateng juga menyoroti maraknya prostitusi yang sudah sangat terang-terangan. Ia mengaku kerap didatangi tokoh masyarakat yang mengadu tentang pemandangan tidak senonoh di waktu subuh.

"Saya sering didatangi tokoh masyarakat. Mereka mengadu, saat keluar untuk sholat subuh, yang terlihat bukan pemandangan yang menyejukkan, tetapi anak-anak perempuan berpakaian minim," ungkapnya.

Fenomena itu dinilai Askary sebagai peringatan serius bahwa persoalan sosial di Mamuju Tengah sudah tidak bisa lagi diabaikan. Karena itu, ia menegaskan peran perempuan, khususnya para ibu, sangat vital dalam memutus rantai persoalan ini. Edukasi dari keluarga adalah kunci utama.

"Ini salah satu peran ibu-ibu. Edukasi dari keluarga sangat penting. Dari rumah kita bisa menyelamatkan lingkungan," katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Askary, tidak akan tinggal diam. Langkah konkret akan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama aparat kepolisian. Namun pendekatan adalah hal utama, bukan hanya penertiban, melainkan pembinaan kepada keluarga dan masyarakat.

"Kita akan bergerak bersama untuk melakukan penertiban, tetapi yang utama adalah pembinaan, baik kepada keluarga maupun masyarakat. Ini gejala awal. Jika tidak segera kita tangani, dampaknya akan jauh lebih besar ke depan," tutup Mantan Sekda Mateng itu. (*/jml)

Post a Comment

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Berita Terkait

Sosial Budaya

Polisi Bersama Rakyat, Satbinmas Polres Mateng Bantu Warga Terdampak El Nino

3 weeks ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Sukses di Bulo, RAPI Polman Dirikan Repeater Kedua untuk Cover Seluruh Sulselbar

4 weeks ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Dari Obrolan Kafe ke Aksi Rp25 Juta: Dinsos Gandeng Karyawan Dua Perusahaan di Mateng Bantu Lima LKSA

1 month ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Reymond Ugi: Berawal dari Usulan Nyeleneh, Berujung Gerakan Kebaikan

1 month ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Bantuan Pangan 81 Ton Beras Mulai Mengalir ke 15 Desa di Mateng, Wabup: Jaga Stabilitas di Tengah Cuaca Ekstrem

2 months ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Berlutut di Pagi Kering: Ratusan Jemaah Di Mateng Shalat Istisqa, Berharap Hujan dan Berbagi untuk Yatim

2 months ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

PENA Sulbar Ajak Wartawan Maknai HUT RI ke-81 dengan Menjaga Marwah Profesi Jurnalistik

2 months ago | Kunitik.com
Sosial Budaya

Wow !!! Mamasa Ukir Sejarah Baru, Minum Kopi Pecahkan Rekor Dunia

2 months ago | Kunitik.com

Tontonan Pilihan

Sponsor