MATENG,Kunitik.com- Penobatan sebagai daerah dengan Indeks Inovasi Daerah tertinggi se-Sulawesi Barat bukanlah sekadar simbol bagi Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).
Penghargaan yang diterima bupati itu mengandung sejumlah program inovatif yang manfaatnya telah dirasakan langsung oleh warga.
Bupati Mateng, Arsal Aras mengatakan, kunci utamanya adalah menciptakan ekosistem inovasi di semua perangkat daerah.
"Kami memberikan ruang bagi ASN untuk bereksperimen, memberikan insentif bagi program inovatif, dan yang terpenting, berani mengakui kegagalan sebagai proses belajar," jelas bupati via WhatsApp, Senin (13/4/2026).
Arsal menambahkan, Pemkab Mateng saat ini menerapkan sistem meritokrasi dalam penilaian kinerja, di mana indeks inovasi menjadi salah satu indikator kunci.
"Penghargaan ini memvalidasi bahwa pendekatan kami sudah tepat. Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan universitas dan sektor swasta," kata mantan ketua DPRD Mateng tiga periode itu.
Ia menyebut sejumlah terobosan unggulan, seperti sistem layanan administrasi kependudukan digital yang memangkas waktu pengurusan hingga 70%, serta aplikasi pemantauan harga pangan yang membantu petani dan pedagang.
Pemkab Mateng juga berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk riset dan pengembangan inovasi daerah pada APBD Perubahan 2026 dan RKPD 2027.
Fokus pada inovasi di bidang ketahanan pangan dan energi terbarukan di wilayah pesisir.
"Kami ingin inovasi menjadi budaya, bukan sekadar program. Penghargaan ini adalah modal untuk melompat lebih jauh, Namun Kami tidak ingin inovasi hanya teori. Semua harus berdampak pada kemudahan dan kesejahteraan masyarakat," tutup Bupati Mateng. (jml/*)