MATENG, Kunitik.com - Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah resmi mengambil langkah strategis dalam melakukan efisiensi anggaran daerah dengan menjalin kerja sama pemanfaatan aplikasi Work From Anywhere (WFA) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Kerja sama ini ditandatangani pada Selasa (13/1/2026) dan akan mulai diterapkan secara penuh oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mamuju Tengah mulai tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai respons atas keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Dengan menerapkan sistem WFA setiap hari Kamis dan Jumat, Pemkab berupaya menciptakan pola kerja yang lebih fleksibel tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kami melakukan kerja sama dengan Pemprov Sulbar, khususnya Dinas Kominfo SP, karena mereka telah memiliki aplikasi Fleksi yang sudah matang digunakan. Alih-alih membangun aplikasi baru yang memakan biaya besar, kami memilih solusi berbagi pakai. Ini adalah bentuk efisiensi yang nyata, di mana anggaran daerah bisa lebih dioptimalkan untuk kebutuhan prioritas lainnya," ujar Litha usai penandatanganan.
Tidak hanya sekadar mengadopsi, Pemkab Mamuju Tengah diberikan keleluasaan penuh oleh Pemprov Sulbar dalam pengelolaan teknologi tersebut. Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyatakan bahwa aplikasi Fleksi tidak hanya diberikan aksesnya, tetapi juga dapat ditanamkan di server milik Pemkab Mamuju Tengah dan dikembangkan secara mandiri sesuai dengan karakteristik kebutuhan daerah.
"Aplikasi ini sudah kami uji coba sebelumnya di tiga hingga lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Mamuju Tengah dan responnya sangat baik. Dengan perjanjian kerja sama hari ini, kami memberikan penuh aplikasi tersebut untuk digunakan dan dikembangkan sendiri oleh jajaran di Mamuju Tengah," jelas Ridwan.
Kelebihan dari aplikasi Fleksi yang menjadi perhatian Pemkab Mamuju Tengah adalah sistemnya yang terintegrasi. Selain berfungsi sebagai alat presensi digital, aplikasi ini juga dilengkapi fitur pelaporan kinerja ASN secara real-time. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa meskipun bekerja dari mana saja, akuntabilitas dan produktivitas pegawai tetap terjaga.
Kerja sama ini menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan fokus pada optimalisasi sumber daya, Pemkab berharap implementasi WFA dapat meningkatkan efektivitas kerja ASN serta menjaga stabilitas pelayanan publik di tengah dinamika pengelolaan keuangan daerah. (*/jml)