MATENG, Kunitik.com – Sejumlah anak asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mulai menapaki jenjang pendidikan baru melalui program Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Barat.
Dinas Sosial Mateng melepas para siswa tersebut di Kantor Dinas Sosial Mateng, Minggu (6/9/2026), sebelum diberangkatkan ke Mamuju untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai Senin (7/9/2026).

Pelepasan Sekolah Rakyat oleh Kadinsos Mateng, Nirwanasari Aras
Pelepasan dipimpin Kepala Dinas Sosial Mateng, Hj. Nirwanasari Aras T., SE., MM., bersama Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (LinJamsos), Yasser Ramli, S.Pd., MM., para Pendamping Sosial Kementerian Sosial RI, serta orang tua siswa.
Langkah tersebut diambil karena fasilitas Sekolah Rakyat di Mateng hingga kini masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah daerah memilih memastikan anak-anak yang telah memenuhi persyaratan tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa harus menunggu sekolah di daerahnya selesai dibangun.
“Karena Sekolah Rakyat di Mateng belum tersedia, anak-anak yang telah memenuhi ketentuan untuk sementara kita arahkan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi. Kesempatan pendidikan tidak boleh tertunda,” ujar Nirwanasari.
Program pendidikan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 558 Tahun 2026 tentang Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Barat Tahun Ajaran 2026/2027.
Nirwanasari berharap keberadaan siswa asal Mateng di Sekolah Rakyat Provinsi tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempersiapkan mereka menghadapi kehadiran Sekolah Rakyat di daerah sendiri.
Menurutnya, ketika pembangunan Sekolah Rakyat Mateng rampung, para siswa memiliki pilihan untuk tetap melanjutkan pendidikan di tempat mereka saat ini atau kembali ke Mateng.
“Yang paling penting adalah pendidikan mereka tetap berjalan. Ketika Sekolah Rakyat Mateng selesai, mereka bisa menentukan pilihan terbaik untuk keberlanjutan pendidikan,” katanya.
Dinsos Mateng pun meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin, mengikuti MPLS dengan sungguh-sungguh, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan dan sistem pendidikan yang baru.
Bagi pemerintah daerah, keberangkatan para siswa ini menjadi langkah awal untuk memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar membuka akses pendidikan dan memberikan peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Mateng. (*)
Editor : Jamal M Tanniewa