MATENG, Kunitik.com- Musim kemarau tahun ini terasa begitu berat bagi sebagian warga Mamuju Tengah (Mateng). Namun di tengah kesulitan itu, hadir uluran tangan yang tak terduga dari aparat kepolisian.
Polres Mateng, mengerahkan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) yang biasa digunakan untuk pengendalian massa, kini berubah fungsi menjadi truk tangki kemanusiaan, Rabu (29/7/2026).
Mobil berkapasitas besar itu melintasi jalan-jalan kampung, membawa harapan dalam bentuk air bersih yang dibagikan secara cuma-cuma.
"Akses air bersih saat ini sangat krusial. Kami bergerak cepat ke titik-titik yang sumurnya sudah kering," ujar Kasi Humas Polres Mateng, IPDA Edward Hamzah.
Ia menegaskan, bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan program berkelanjutan yang akan terus berjalan sepanjang kemarau. Polisi pun akan memantau wilayah rawan agar distribusi tepat sasaran.

Proses penyaluran air bersih oleh pihak kepolisian, Rabu (29/7/2026)
Seorang warga penerima, Sri Wulan, tak kuasa menahan haru. "Sudah hampir dua minggu kami kesulitan air. Alhamdulillah, Polres datang. Semoga mereka selalu sehat dan diberkahi," katanya sambil memegang jerigen yang baru terisi.
Kehadiran polisi di tengah kekeringan ini mengingatkan kita bahwa tugas menjaga ketertiban tak melulu soal pengamanan.
Lebih dari itu, kepolisian ingin hadir sebagai bagian dari solusi atas kesulitan rakyat. "Kami ingin memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Ini wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat," tambah Edward.
Meski bantuan ini tak serta merta mengakhiri kemarau, setidaknya ada kelegaan yang mengalir bersama setiap tetes air yang dibagikan. Warga pun diimbau menggunakan air dengan bijak untuk keperluan memasak, minum dan mandi.
Polres Mateng juga berjanji akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Karena di saat sulit, kolaborasi adalah kunci agar tak ada satu pun warga yang dibiarkan kehausan. (hms pol/jml)