MATENG, Kunitik.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kini menggandeng para pengusaha dan masyarakat berkecukupan dalam program Gerakan Melawan Stunting (Genting). Peran mereka akan hadir sebagai orang tua asuh.
Langkah strategis ini diambil untuk menekan angka stunting hingga ambisi besar zero stunting di Bumi Lalla Tassisara.
Demikian disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Heranto, usai rapat penguatan gerakan orang tua asuh cegah stunting di Desa Topoyo, Senin (6/4/2026).
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, terutama yang memiliki kelebihan harta, sangat diperlukan agar tidak ada lagi kasus stunting di daerah kita," tegas Heranto.
Peran sebagai orang tua asuh, menurutnya tidak hanya terbatas pada Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi justru terbuka lebar bagi pengusaha dan kalangan mampu lainnya. Mereka diminta menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung percepatan penanganan stunting.
"Target kita jelas: menekan angka stunting hingga zero. Bahkan kalau bisa, tidak ada lagi stunting di Mamuju Tengah. Harapan kami semua lapisan masyarakat bahu-membahu," ujarnya.
Asisten III Bidang Administrasi Umum, Heranto
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) ini, berlangsung di Kafe Kilometer Satu (KMS), Jalan Trans Sulawesi, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo.
Sebaran Keluarga Berisiko Stunting 2026
Dinas P3AP2KB memaparkan, Total sasaran keluarga berisiko stunting tahun 2026 di lima kecamatan, sebanyak 567 keluarga.
Di Topoyo 133 keluarga, Tobadak 37, Karossa 122, Budong Budong 190, dan Pangale 95 keluarga.
Heranto berharap calon orang tua asuh dari kalangan pengusaha dan masyarakat berkecukupan dapat memaksimalkan perannya dalam mengatasi stunting.
Dirinya sangat optimistis bahwa program Genting ini sangat luar biasa dalam mewujudkan Mateng bebas stunting.
"Untuk menyukseskan program ini tentu dibutuhkan aksi nyata dari semua pihak", tandasnya. (jml)