MATENG, Kunitik.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama TVRI Sulawesi Barat memastikan kesiapan infrastruktur penyiaran jelang Piala Dunia 2026. Dua unit menara transmisi di wilayah timur dan pesisir selatan Mateng resmi diaktifkan setelah melalui uji coba kelayakan sinyal pada Selasa hingga Rabu (18/2/2026).
Kadis Kominfo, Hajay sedang memantau pemasangan tower
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mamuju Tengah, Hajai, mengungkapkan bahwa dua lokasi tersebut sebelumnya masuk dalam kategori daerah dengan intensitas sinyal rendah atau blankspot. Dengan aktifnya menara tambahan ini, cakupan siaran TVRI diproyeksikan meningkat hingga mencakup 12 desa yang sebelumnya sulit mengakses siaran televisi terrestrial.
"Kami memanfaatkan aset pemancar milik daerah yang selama ini belum optimal. Setelah dilakukan uji teknis bersama tim TVRI Sulbar, kedua menara ini dinyatakan layak memancarkan sinyal digital dengan kualitas HD," jelas Hajai saat ditemui usai pengecekan akhir di salah satu titik transmisi, Rabu siang.
Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Barat yang turun langsung dalam peninjauan tersebut menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional TVRI sebagai penyelenggara hak siar resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah kabupaten menjadi kunci utama dalam menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau sinyal dari stasiun induk.
"Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil mendapatkan hak yang sama untuk menikmati momen olahraga bergengsi ini secara gratis.
Mamuju Tengah menjadi salah satu kabupaten yang merespons cepat dengan menyediakan aset yang kami butuhkan," ujarnya.
Warga di sekitar yang selama ini mengeluhkan buruknya kualitas siaran televisi menyambut positif langkah ini. Salah satu warga Desa Tobombong, Kecamatan Budong-Budong, mengaku baru pertama kali mendapatkan siaran jernih tanpa bantuan antena parabola.
"Biasanya cuma bisa dengar suara lewat radio kalau ada pertandingan besar. Sekarang sudah bisa nonton langsung di rumah. Ini bagus sekali," katanya dengan antusias.
Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung mulai Juni mendatang. Dengan aktifnya dua menara transmisi tambahan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah optimistis seluruh warganya dapat mengikuti ajang empat tahunan tersebut tanpa kendala sinyal. (*/jml)