MATENG, Kunitik.com - Ancaman Kekeringan dan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan masih terus berlangsung dan menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Koordinator Satgas El Nino, Sigit Dwihastono mengungkapkan, sejumlah indikator kritis saat ini berada dalam tren naik, termasuk jumlah titik panas (hotspot) yang tercatat mencapai 119 titik pada hari ini .
“Ancaman kritis semua naik, titik hotspot juga naik. Kemudian permintaan air juga meningkat,” ujar Sigit, diposko siaga Elnino, Kamis malam (13/8/2026)
Di sisi lain, perkembangan kekeringan di sektor pertanian juga menunjukkan peningkatan, dan sejumlah penyakit mulai bermunculan, yang turut memperumit situasi .
Dalam upaya penanganan di lapangan, Sigit mengakui bahwa terdapat kendala.
"Ada sebagian yang memang mampu, ada sebagian yang tidak mampu. Artinya ada yang terkendali, ada yang tidak terkendali atas alasan kekurangan alat," jelasnya.
Keterbatasan sarana dan prasarana ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan status kewaspadaan.
Meskipun status siaga darurat belum dinaikkan, pemerintah berencana untuk menambah statusdarurat untuk 14 hari ke depan.
“Status ceritanya belum naik, tapi pertambahkan status darurat 14 hari ke depan. Rencana begitu, berdasarkan hasil rapat tim Satgas malam ini,” jelasnya.
Rencananya, akan ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) baru yang direncanakan pada tanggal 16 mendatang.
"Nanti pertanggal 16 akan ada SK baru lagi, Malam ini rapat itu untuk menentukan rekomendasi, jadi dasar rekomendasi itu nanti menjadi bagian dalam SK yang akan terbit," tutup Sigit Dwihastono. (jml)