|Reporter : Nopriadi Sambo Pasau
|Editor : Kadir M. Tanniewa
MAMASA, Kunitik.com – Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, meminta Polres Mamasa bersikap objektif dan tidak timpang dalam mengusut tuntas insiden keributan yang terjadi di SPBU Lambanan pada Senin (24/8/2026) malam.
Pernyataan ini merespons langkah cepat Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Mamasa yang telah mengamankan seorang pria berinisial SMD atas dugaan awal kasus penganiayaan.
Menurut Ryan, aparat penegak hukum perlu menguji kembali penggunaan istilah "penganiayaan" dalam perkara ini. Jika hasil pendalaman berbasis bukti, seperti pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV menunjukkan adanya perkelahian aktif atau aksi saling pukul antar kedua belah pihak, maka hukum harus ditegakkan secara setara.
"Jika kedua belah pihak terlibat aktif dalam perkelahian, maka idealnya keduanya diamankan demi pemeriksaan yang objektif. Konstruksi perkara tidak boleh bersandar hanya pada siapa yang terluka atau siapa yang melapor lebih dulu," ujar Ryan.
Ia juga mendesak penyidik mendalami aktor pemula gerakan serta kronologi utuh sebelum kontak fisik terjadi, termasuk isu adanya aksi saling menantang di media sosial.
Meski tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apa pun, Ryan menegaskan, keadilan substantif harus berdiri di tengah dan memproses seluruh pihak yang terbukti melanggar hukum. (***)