MATENG, Kunitik.com – Dampak El Nino di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kian meluas. Koordinator Satgas El Nino, Sigit Dwihastono, mengungkapkan jumlah desa terdampak kekeringan bertambah dari 18 menjadi 20 desa di 5 kecamatan.
Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin apel siaga di Posko Satgas El Nino, Kamis malam (6/8/2026).
"Tugas tim Satgas tidak hanya memantau, tetapi melakukan tindakan preventif, edukasi, dan aksi nyata. Jika terjadi kekeringan atau kebakaran, seluruh stakeholder akan turun bersama," tegas Sigit di hadapan seluruh tim gabungan.
Sigit kembali mengingatkan agar tim gencar bersosialisasi kepada warga. Di tengah panas ekstrem saat ini, masyarakat dilarang membakar lahan di sekitar rumah atau pemukiman karena api sangat mudah membakar dan merambat.

Petugas Kepolisian bergabung Tim Satgas membantu proses pemadaman api di wilayah Tobadak
Selain waspada kebakaran, Sigit juga menyoroti anomali cuaca. Jika hujan deras turun mendadak, tanah gersang berpotensi memicu longsor dan banjir bandang.
"Delapan belas desa bertambah menjadi dua puluh desa yang terdampak," jelasnya.
Lima kecamatan terdampak meliputi Pangale, Budong-budong, Topoyo, Tobadak, dan Karossa.
Saat ini, distribusi air bersih dan logistik darurat terus digerakkan secara terpadu, tim lain juga sedang berupaya memadamkan api salah satu dititik, di wilayah Tobadak.
Seluruh tim gabungan di posko siaga pun beraktivitas sesuai tugas pokok masing-masing. Warga diminta tetap tenang dan segera melapor jika terjadi darurat di lingkungannya. (jml)