MATENG, Kunitik.com – Kegaduhan suara knalpot brong dan aksi ugal-ugalan remaja di jalan raya menjadi sasaran utama patroli sistem hunting yang digelar Satlantas Polres Mamuju Tengah (Mateng), Sabtu malam (1/8/2026).
Hasilnya, puluhan sepeda motor berhasil diamankan. Yang mengejutkan, sebagian besar pengendara yang terjaring masih berusia remaja.
Dalam operasi yang menyasar pelanggaran berpotensi fatal ini, petugas mencatat setidaknya 10 unit sepeda motor kedapatan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi (brong) dan 10 pengendara lainnya nekat berkendara tanpa helm.
Meski pelanggaran terlihat massif, pihak kepolisian memilih pendekatan humanis dengan mengedepankan pembinaan dan teguran, alih-alih langsung menindak dengan tilang.
Seluruh kendaraan yang terjaring kini diamankan sementara di Kantor Satlantas Polres Mamuju Tengah yang berlokasi di dekat Tugu Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.
Kebijakan khusus diterapkan untuk pengendara di bawah umur, di mana motor hanya boleh diambil oleh orang tua atau wali yang bersangkutan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Mateng, Bripka Sarbini, menyoroti peran penting keluarga dalam menekan angka pelanggaran. Menurutnya, operasi ini bukan hanya tentang menindak, tetapi merupakan upaya preventif untuk menyelamatkan generasi muda dari risiko kecelakaan.
"Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban di jalan. Kami sangat berharap para orang tua di Mateng lebih tegas mengawasi anaknya. Jangan berikan kunci motor pada malam hari jika anak belum cukup umur. Keamanan dan keselamatan mereka ada di tangan kita bersama," tegas Bripka Sarbini.
Kanit Turjawali, Bripka Sarbini bersama Tim Satlantas Polres Mateng, sedang berpatroli Hunting.
Satlantas berkomitmen akan terus menggelar patroli rutin, guna menciptakan rasa aman dan tertib berlalu lintas di wilayah Mateng.
Petugas juga mengimbau warga, untuk segera melaporkan jika melihat aktivitas berkendara berbahaya di lingkungan sekitar. (jml)