Editor : Kadir Tanniewa
POLMAN, Kunitik.com -- Ribuan kendaraan berjenis roda dua hingga truk besar, berbaris di tepi jalan menunggu antrean BBM di SPBU Wonomulyo, Selasa (31/3/2026).
Dari pengamatan Kunitik.com, tampak antrean kendaraan mengular hingga dua kilometer. Antrean kendaraan memenuhi kedua sisi jalan sehingga memicu kemacetan arus lalulintas.
Pengemudi truk Irfan (43), mengaku mulai antre sejak sore menjelang Magrib. Namun hingga pukul 21.30 WITA, dirinya belum mendapatkan giliran mengisi BBM.
"Tadi sore (Selasa, 31/3/2026) semuanya (BBM, red) habis. Tapi sudah ada dua mobil tangki masuk, barusan ini pak. Alhamdulillah pengisian sudah mulai lancar," ungkap Irfan, petang tadi.
Pria berusia 42 tahun itu mengaku rela antre berjam jam demi mendapatkan minyak solar. Dirinya masih harus melanjutkan perjalanan ke Mamuju sementara BBM semakin langka didapatkan.
"Lebih baik saya menunggu disini, daripada lanjut perjalanan tapi tidak ada juga kepastian ketersediaan BBM disana," ungkapnya.
Berbeda dengan Makmur, pengemudi Avanza ini mengaku sengaja berburu BBM karena adanya isu kenaikan harga. Mumpung belum naik dirinya berharap bisa mendapatkan BBM harga standar.
"Ada kabar BBM akan naik 1 April 2026. Makanya kita cepat beli sebelum naik to," aku Makmur.
Hal senada juga diungkapkan pengendara lain. Kendati pemerintah telah memastikan tak ada kenaikan harga BBM, namun isu kenaikan harga telah membuat warga panik. Apalagi sejumlah pengecer sudah mulai menaikkan harga.
Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, pemerintah telah memastikan tak ada kenaikan harga BBM. Sebagaimana telah disampaikan Menteri Sekretaris Negara.
"Barusan tadi sudah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara. Pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi. Yang ada hanya isu beredar di tengah masyarakat akan ada penyesuaian di tanggal 1 April besok," jelas Dasco pada wartawan di Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (*)