MATENG, Kunitik.com – Unit Turjawali Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mamuju Tengah (Mateng) amankan 15 sepeda motor pelanggar lalulintas saat sedang operasi Hunting.
Yang menarik, dari belasan kendaraan yang diamankan, 9 unit di antaranya menggebrak telinga warga dengan knalpot brong, sementara 6 lainnya nekat melenggang tanpa helm.
Patroli yang dipimpin Kanit Turjawali, Bripka Sarbini, yang digelar mulai pukul 20.00 Wita dan menyasar langsung pelanggaran kasat mata di titik keramaian, Sabtu malam (8/8/2026).

Sejumlah Knalpot Borong yang berhasil disita Polisi Lalulintas
"Ini adalah aksi tegas kami. Knalpot brong bukan cuma melanggar aturan, tapi suaranya sudah menjadi polusi yang mengganggu kenyamanan warga," ujar Bripka Sarbini dengan nada tegas kepada awak media.
Yang memprihatinkan, mayoritas pengendara yang terjaring adalah para remaja. Polisi mendapati banyak dari mereka masih di bawah umur namun sudah berani berkendara di malam hari tanpa perlengkapan memadai. Hal ini dinilai sebagai bom waktu yang siap meledak jadi kecelakaan fatal.
"Kami tidak main-main. Anak-anak ini adalah generasi penerus, jangan sampai nyawa mereka melayang di jalan hanya karena euforia balapan atau gengsi menggunakan knalpot bising," tegas Sarbini.
Meski mengambil tindakan tegas, Satlantas Polres Mateng mengusung pendekatan humanis. Alih-alih langsung menghukum berat, petugas memberikan teguran dingin sekaligus imbauan hangat kepada para pelanggar.
"Penindakan bukan tujuan utama kami, yang kami kedepankan adalah edukasi. Kami ingin menyadarkan mereka bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk pengendara lain," tambahnya.
Di akhir patroli, Bripka Sarbini menyampaikan pesan khusus bagi orang tua di Mateng. Ia meminta agar orang tua tidak memberikan kunci motor kepada anak yang masih di bawah umur, terutama untuk dipakai melenggang pada malam hari.
"Kami berharap orang tua ikut turun tangan. Jangan biarkan anak-anak berkendara di malam hari dengan motor knalpot brong. Lebih baik motor disimpan di rumah daripada anak-anak kami harus berurusan dengan kecelakaan atau petugas," pesannya.
Satlantas Polres Mateng memastikan patroli mengejutkan seperti ini akan terus digelar secara rutin. Ke depannya, polisi tidak hanya akan menyasar pelanggar, tetapi juga melakukan edukasi langsung ke sekolah-sekolah demi menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. (*)