Sponsor

El Nino Picu 119 Hotspot Di Mateng, Satgas Siaga Bersatu Lawan Karhutla Dan Kekeringan

K

Kunitik.com

14 Aug 2026, 23:58 WITA

El Nino Picu 119 Hotspot Di Mateng,  Satgas Siaga Bersatu Lawan Karhutla Dan Kekeringan
MATENG, Kunitik.com – Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem Kekeringan dampak El-Nino Kabupaten Mamuju Tengahb(Mateng) terus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Hingga periode 1 hingga 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 363.300 liter air bersih telah berhasil didistribusikan ke 15 desa di 4 kecamatan, menjangkau 1.513 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 4.539 jiwa.

Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya darurat di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Koordinator Satgas El Nino, Sigit Dwihastono, mengonfirmasi bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan saat ini masih terus berlangsung dan menunjukkan peningkatan signifikan.

"Ancaman kritis semuanya naik. Titik hotspot (titik panas) juga melonjak sampai 119 titik hari ini, permintaan air juga meningkat, dan perkembangan penyakit juga mulai nampak," ujar Sigit.
Meskipun terdapat lonjakan indikator kritis, Sigit menjelaskan bahwa pemerintah berencana menambah status darurat untuk 14 hari ke depan, yang akan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK) baru pada tanggal 16 Agustus mendatang. 

Tim Satgas sedang mendisitrbusibair bersih di salah satu titik terdampak​

Distribusi dan Armada yang Terlibat
Berdasarkan data Satgas, distribusi air bersih menyebar di beberapa kecamatan, antara lain:
· Kec. Topoyo ( 8 desa)
· Kec. Budong-Budong (7 desa)
· Kec. Tobadak ( 7 desa)
· Kec. Karossa (6  desa)
· Kec. Pangale (6 desa)
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, sebanyak 18 armada dikerahkan dari berbagai instansi, di antaranya BPBD (2 unit), PMI (2 unit), Baznas (1 unit), Polres (2 unit), TNI (1 unit), BPBPK Sulbar (3 unit), serta dukungan dari Damkar, Manggala Agni, dan UPTD Air Bersih. Selain itu, armada water canon dan pemadam kebakaran juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi karhutla.

Sigit mengakui, masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan alat, sehingga sebagian wilayah masih sulit terkendali sepenuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengatasi krisis ini.

"Air bersih untuk kehidupan. Bersama kita bisa atasi kekeringan," tutupnya. (jml)

Topik Terkait:

Post a Comment

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Berita Terkait

Edukasi

Kekeringan Belum Stabil, Polres Mateng Bagikan Air Bersih Gratis ke Warga Topoyo

1 day ago | Kunitik.com
Peristiwa

Salah Arah Saat Pohon Tumbang, Warga Campalagian Tewas di Kebun Bulo

1 week ago | Kunitik.com
Peristiwa

Dinyatakan Hilang di Hutan Binuang, Ibu di Polman Ditemukan Dalam Kondisi Seperti Ini

1 week ago | Kunitik.com
Peristiwa

Avanza Hilang Kendali Picu Lakalantas Beruntun di Depan Showroom Honda Wonomulyo

2 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

Pilu di Balik Kecelakaan Maut 2 Siswa MAN 1 Polman: Dimakamkan Tanpa Ibu yang Umrah, Satu Tewas Bersamaan Nenek

3 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

BREAKING NEWS: Dua Siswa MAN 1 Polman Meninggal Kecelakaan di Mapilli Saat Hendak Salat Jumat

3 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

BREAKING NEWS: Karhutla Landa Bukit Taroe Polman, Api Merembet 1 Km Dekati Pemukiman Warga

4 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

Polsek Karossa Amankan Warga Hilang, Ditemukan di Dusun Harapan Maju

1 month ago | Kunitik.com

Tontonan Pilihan

Sponsor