MATENG, Kunitik.com – Satuan Tugas (Satgas) Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem Kekeringan dampak El-Nino Kabupaten Mamuju Tengahb(Mateng) terus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Hingga periode 1 hingga 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 363.300 liter air bersih telah berhasil didistribusikan ke 15 desa di 4 kecamatan, menjangkau 1.513 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 4.539 jiwa.
Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya darurat di tengah kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Koordinator Satgas El Nino, Sigit Dwihastono, mengonfirmasi bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan saat ini masih terus berlangsung dan menunjukkan peningkatan signifikan.
"Ancaman kritis semuanya naik. Titik hotspot (titik panas) juga melonjak sampai 119 titik hari ini, permintaan air juga meningkat, dan perkembangan penyakit juga mulai nampak," ujar Sigit.
Meskipun terdapat lonjakan indikator kritis, Sigit menjelaskan bahwa pemerintah berencana menambah status darurat untuk 14 hari ke depan, yang akan ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan (SK) baru pada tanggal 16 Agustus mendatang.

Tim Satgas sedang mendisitrbusibair bersih di salah satu titik terdampak
Distribusi dan Armada yang Terlibat
Berdasarkan data Satgas, distribusi air bersih menyebar di beberapa kecamatan, antara lain:
· Kec. Topoyo ( 8 desa)
· Kec. Budong-Budong (7 desa)
· Kec. Tobadak ( 7 desa)
· Kec. Karossa (6 desa)
· Kec. Pangale (6 desa)
Untuk memastikan penyaluran berjalan optimal, sebanyak 18 armada dikerahkan dari berbagai instansi, di antaranya BPBD (2 unit), PMI (2 unit), Baznas (1 unit), Polres (2 unit), TNI (1 unit), BPBPK Sulbar (3 unit), serta dukungan dari Damkar, Manggala Agni, dan UPTD Air Bersih. Selain itu, armada water canon dan pemadam kebakaran juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi karhutla.
Sigit mengakui, masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait keterbatasan alat, sehingga sebagian wilayah masih sulit terkendali sepenuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengatasi krisis ini.
"Air bersih untuk kehidupan. Bersama kita bisa atasi kekeringan," tutupnya. (jml)