Sponsor

Dalam Sepekan Dua Korban Buaya di Mamuju Tengah, Bocah 10 Tahun Belum Ditemukan

K

Kunitik.com

25 Aug 2026, 01:46 WITA

Dalam Sepekan Dua Korban Buaya di Mamuju Tengah, Bocah 10 Tahun Belum Ditemukan

MATENG, Kunitik.com – Sungai Budong-budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali menjadi saksi tragedi buaya terhadap warga.

Dalam sepekan terakhir, tercatat dua orang menjadi korban serangan buaya di aliran sungai yang sama. Kali ini, seorang anak laki-laki bernama Muh. Rifki (10 tahun) masih dinyatakan hilang setelah diterkam buaya pada Senin (24/8/2026) sore.

Baca juga:

https://kunitik.com/posts/korban-tewas-diterkam-buaya-di-sungai-budong-budong-tim-trc-bergerak-cepat-lakukan-assessment-16E2n

Hingga dini hari, tim gabungan dan keluarga korban belum juga menemukan keberadaan bocah malang tersebut.

Peristiwa tragis itu bermula sekira pukul 16.00 WITA, saat korban Rifki sedang mandi di pinggir sungai ditemani nenek dan tantenya yang sedang mencuci pakaian. 

Seperti biasa selama musim kemarau, anak itu bermain air di tepian sungai yang tidak terlalu dalam. Namun nahas, sekira pukul 16.35 WITA, tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam tubuh Reski. Dalam sekejap, korban diseret ke tengah sungai dan menghilang dari pandangan keluarga.

Mendengar teriakan histeris dari pinggir sungai, warga sekitar segera bergegas mendatangi lokasi.

Hanya lima menit berselang, tepatnya pukul 16.40 WITA, posko TRC BPBD menerima laporan dan langsung melakukan assessment serta persiapan menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dua menit kemudian, tim tiba di lokasi dan memulai pencarian dengan menyisir sungai dari arah berbeda menggunakan perahu viber.

Tim Sar bersama warga saat Proses pencarian ​dilokasi kejadian 

Koordinasi dengan Basarnas pun segera dilakukan dan tak lama kemudian, Basarnas Tampa Padang tiba lokasi untuk membantu proses SAR.

Sepanjang sore hingga larut malam, warga dan keluarga korban bahu-membahu melakukan pencarian. Mereka mengerahkan dua perahu milik warga dan mencoba menjerat buaya menggunakan jaring di beberapa titik, namun hingga tengah malam, upaya pencarian belum membuahkan hasil.

Tim TRC BPBD Mateng pun mengambil langkah lebih lanjut dengan menciptakan ombak buatan untuk mengusik sarang buaya di sekitar aliran sungai.

Koordinator Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Mateng, Rizky Ilhamsyah, saat dikonfirmasi mengatakan, tim TRC telah melakukan assessment secara menyeluruh dan meneruskan laporan kepada pimpinan serta lintas sektor terkait. 

"Kami terus berupaya maksimal. Pencarian akan dilanjutkan hingga korban ditemukan, dan saat kami bersama Basarnas untuk dukungan SAR di lokasi," ujarnya.

Sementara itu, seorang warga setempat yang turut membantu pencarian mengisahkan detik-detik kelam tersebut. "Ibu nenek dan tante korban sedang mencuci di pinggir, tidak jauh dari anak itu. Tiba-tiba air langsung bergolak dan anak itu hilang terseret ke tengah, semua kaget dan langsung berupaya menolong, tapi sudah terlambat," tuturnya dengan nada prihatin.

Pantauan langsung wartawan Kunitik.com di lokasi kejadian hingga pukul 00.10 WITA dini hari menunjukkan, korban masih belum ditemukan. 

Suasana duka menyelimuti keluarga yang terus menunggu di tepi sungai dengan harapan. Karena keterbatasan jarak pandang dan minimnya penerangan di area sungai yang gelap, tim gabungan akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian sementara. 

Seekor buaya diduga pemangsa korban, berhasil ditangkap​ dilokasi kejadian

Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan kembali pada pagi hari setelah fajar menyingsing untuk memperluas area penyisiran.

Ini merupakan korban kedua dalam sepekan terakhir akibat serangan buaya di Sungai Budong-budong. Warga setempat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai yang diketahui menjadi habitat buaya muara.

Dalam proses pencarian, warga berhasil menangkap seekor buaya berukuran besar yang diduga pemangsa korban. (jml)

Topik Terkait:

Post a Comment

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat!

Berita Terkait

Edukasi

Kekeringan Belum Stabil, Polres Mateng Bagikan Air Bersih Gratis ke Warga Topoyo

1 day ago | Kunitik.com
Peristiwa

Salah Arah Saat Pohon Tumbang, Warga Campalagian Tewas di Kebun Bulo

1 week ago | Kunitik.com
Peristiwa

Dinyatakan Hilang di Hutan Binuang, Ibu di Polman Ditemukan Dalam Kondisi Seperti Ini

1 week ago | Kunitik.com
Peristiwa

Avanza Hilang Kendali Picu Lakalantas Beruntun di Depan Showroom Honda Wonomulyo

2 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

Pilu di Balik Kecelakaan Maut 2 Siswa MAN 1 Polman: Dimakamkan Tanpa Ibu yang Umrah, Satu Tewas Bersamaan Nenek

3 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

BREAKING NEWS: Dua Siswa MAN 1 Polman Meninggal Kecelakaan di Mapilli Saat Hendak Salat Jumat

3 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

BREAKING NEWS: Karhutla Landa Bukit Taroe Polman, Api Merembet 1 Km Dekati Pemukiman Warga

4 weeks ago | Kunitik.com
Peristiwa

Polsek Karossa Amankan Warga Hilang, Ditemukan di Dusun Harapan Maju

1 month ago | Kunitik.com

Tontonan Pilihan

Sponsor